Wednesday, May 02, 2018
In Memoriam Daniel Lazarus Rondo.. 02 Mei 1947 - 13 April 2018
Friday, May 08, 2015
GaMpanG-GaMpaNg SuLiT
Maksud hati pengen menulis apa daya selalu ada alasan, padahal di awal tahun ada semangat menulis lagi, entah sekedar curhat, entah sengaja membingungkan diri sendiri, entah untuk melatih otak berpikir, entah untuk bisa terus terlatih menulis, atau untuk apalah itu yang penting menulis.. kenyataannya sama saja, nyaris empat bulan hanya sampai sebatas ‘ingin’, ‘nnti klo menulis lg, mau menulis tentang bla,, bla,, bla’, ‘esok harus menulis’, macam-macam lah dan ternyata semua hanya sebatas retorika semata pemirsa :) disitu kadang saya merasa sedih,, hiks hiks hiks..
Dan hari ini, bila aku berdiri, tegar sampai hari ini, bukan karena kuat dan tegarku… semua karena aku tau bahwasanya menulis itu tidak sukar, alias gampang atau mudah, dengan kata-kata lain enteng, oia, klo omong kata “dengan kata-kata lain” jadi ingat mantan dosen saya namanya DR. A. A. Yewangoe, beliau klo lagi ngajar, sering banget ngomong kata itu (dengan kata-kata lain) berulang-ulang kali, makanya sering saya iseng pas beliau lg ngajar, setiap kali beliau ngomong “dengan kata-kata lain” saya hitungin mirip kayak penghitungan suara saat pemilu, nanti klo sudah selesai ngajar baru saya jumlahin berapa kali beliau ngomong kata itu :D maafkan saya yah pak, *buat yang baca, ini kelakuan buruk jangan ditiru, boleh sih ditiru asal tidak ketahuan, resiko tanggung ndiri*
Nah loh jadi lupa sampe mana tadi tentang menulis.. oia, jadi menulis itu GAMPANG boleh sih ditambahin kata bangets, tapiiiii……………….. menulis itu juga sulit alias tidak gampang atau dengan kata-kata lain sukar atau bisa disebut susaaaaaaaaah.. iya, begitu. Bingung kan, saya jg bingung, tapi memang gitu, setidaknya itu yang saya alamin selama saya ‘belajar’ menulis d blog ini..
Pasti dong, iya pasti saya punya alasan bilang begtu, alasan yang menyebabkan saya berteori klo menulis itu gampang sekaligus tidak gampang.
Pertama dulu deh, kan pertama dulu baru kedua, masa kedua dulu tidak mungkin kan.. :p
Pertamax, menulis itu gampang karena menulis tidak membutuhkan banyak biaya, cukup dengan sebuah pulpen, selembar kertas, atau klo sedikit lbh mentereng sebuah laptop *yaah jaman sekarang mah laptop/notebook sudah tidak masuk berbiaya mahal, sudah seperti buku tulis saja* pokoknya dengan modal seadanya sudah bisa menulis,, gampang kan? Klo mw tulisan nya ada di blog juga tidak mahal kok, cukup ke warnet,modal 3000-5000/jam sudah bisa posting setidaknya lebih dari satu tulisan ke blog.. segampang itu untuk menuangkan sejuta ide yang mungkin bisa bernilai TAK TERHINGGA, ya ide yang ditulis yang mengalir dengan sendirinya saat kita menulis, seringkali sangat bernilai, kadang begitu tinggi nilainya sampai tak terhingga.. dan hebatnya lagi itu bisa ditulis dengan biaya yang hampir ‘tanpa biaya’ nah, klo dah digambarkan begitu baru deh kita tau klo menulis itu mudah.
Ada lagi nih soal ide, menulis itu mudah kok, tapi idenya gimanaaaaaa? Mau tulis apa? Kata-katanya bagaimana? Nanti lucu dibaca orang! Sabar dulu, nanti klo konsepnya (coret-coretan) sudah kelar baru dibuat tulisan,, KAPAAAAAAAN?
Menulis itu sebenarnya gampaang, ambil pulpen dan kertas, ambil laptop, mulailah menulis, menulis apa yang ada di kepala, menulis apa yang ada dihati, jangan berpikir klo itu konsep, itulah tulisan yang sesungguhnya, jangan mengatur kata-kata biar enak/puitis/indah, tulis apa yang keluar dari hati dan pikiran, toh ini bukan ‘kompetisi menulis’. Setahu saya, banyak penulis yang dapat apresiasi bukan karena tulisan nya bagus, kata-katanya puitis, bahasanya intelektual, tapi justru karena kejujuran ide nya. Tulisan yang jujur itu biasanya berkarakter, coba deh search di google ada nih yang namanya Raditya Dika , siapa yg tidak kenal dia, tulisan-tulisan nya sederhana, dari keseharian, jujur dan ringan tapi berkarakter, sampe situ dulu...
Intinya klo menulis itu mudah bukan hanya sebatas peralatan nya yang gampang, tapi ide, kata, bentuk, hasil, cara, semuanya mudah.. Tidak percaya?? Coba deh sekarang ambil pulpen dan kertas atau laptop dan mulai menulis, nah itu.. bisa kan?
Klo sudah bisa, kita bahas yang kedua nih, ini yang tidak enak, sebenarnya ini ‘musuh’ bagi orang-orang yang suka menulis, tidak enak sih kalo di bahas, tapi perlu, biar kita tau cara menghadapinya.
Kedua, menulis itu sulit atau tidak gampang..
Tidak gampang mengambil puplen dan kertas atau laptop untuk mulai menulis, emang sih pulpen dan kertas atau laptop mudah ditemukan tapi NIAT untuk mulai mengambil dan menulis itu tidak mudah, padahal isi dalam otak dan hati sudah penuh tapi niat untuk mulai itu yang tidak gampang.. hanya butuh NIAT atau HASRAT tapi tidak mudah. Nah untuk yang satu ini biasanya masing-masing orang punya cara sendiri-sendiri untuk menyemangati diri biar selalu punya Hasrat untuk menulis. Klo saya sih seperti yang saya bilang tadi, suatu saat apa yg gw tulis bisa bernilai TAK TERHINGGA itu yang saya pakai untuk menyemangati diri. Walaupun kadang² gagal untuk semangat :( disinilah titik masalah saya selama ini,, tapi harus terus semangat. setidaknya diriku pernah berjuang,,
So, lets find away to keep write.. *semoga kata-katanya bner*
Ada lagi nih tidak gampang yang lain, menulis itu tidak gampang, tidak gampang melawan rasa takut, rasa takut tidak bagus, rasa takut kehabisan ide, rasa takut kehabisan kata-kata, rasa takut memulai..
semua rasa takut itu biasanya menghasilkan rasa tidak PeDe, dan lama-lama terbiasa untuk tidak bisa menulis, akhirnya banyak bermunculan banyak orang yang pinter ngomong, banyak ide tapi klo diminta menulis, bingung mulai dari mana.. untuk yang satu ini saya tidak ada masalah,, untuk semua yang terbiasa menulis, pasti kita semua adalah orang-orang yang bisa mengalahkan semua rasa takut itu, dan seperti kata iklan kratingdaeng, luar biasa itu adalah ketika kamu bisa menaklukan diri sendiri, ya rasa takut itu.
So, buat yang mw ‘belajar’ menulis, yang sudah belajar nulis, yang lagi pikir-pikir untuk mau menulis, Ayo kalahkan rasa takut kamu karena tulisan kamu, bisa jadi suatu saat nanti ada yang bernilai tak terhingga, walupun itu tanpa kata-kata indah, tanpa bahasa yang bagus, tanpa konsep, yang penting jujur,, jujur klo ternyata kamu bisa nulis….
Dan yang terakhir, buat saya nih, awas klo tidak niat lagi, malu sama orang² yg baca tulisan ini..
Thursday, April 16, 2015
Wednesday, January 28, 2015
Rutinitas itu Membosankan
25 Januari 2012 - 29 Januari 2015, sudah pantas di kasi gelar TERLANTAR untuk blog saya ini hmmmmmhh.. hempasan hidup yg lumayan menekan berimbas kuat pada hasrat untuk menulis, tiap hari selalu saja ada ide dan mimpi tapi lagi² hilang seiring bergantinya hari...-__-
Semoga ini awal dari hasrat menulis yang terpendam 3 tahun 4 hari.. limit waktu yang terlewatkan dengan rutinitas hidup yang tak terhitung,, rutinitas!! iya, rutinitas.. tapi kok bisa yah dijalani selama itu, bukannya yang rutin itu selalu membosankan?? Benar memang, rutinitas kadang membosankan.. malah klo mau jujur, semua rutinitas yang kita jalani sepanjang hidup, akan ada 'jatah' waktu utuk bosen.. Tidak tau kapan rasa bosan itu datang, tapi pasti akan ada waktunya..
Lalu mengapa orang masih bertahan menjalani rutinitas hidup bahkan sampai bertahun-tahun..??
Kok saya masih bertahan dengan semua rutinitas ini?
Disinilah kreatifitas hidup sangat-sangat dibutuhkan.. rutinitas sudah tak mungkin dihindari dalam hidup. bahkan orang yang tidak bekerja, orang yang tidak sibuk pun tak lepas dari rutinitas.. setiap hari bangun, makan dan tidur.. RUTIN itu.. klopun tidak rutin sesungguhnya itu tidak wajar :D
Pernah dengar ada yang suka ngomong 'bosan hidup'!! dan ini tidak hanya orang yang patah hati; orang yang super sibuk, bahkan yang sama sekali tak ada kesibukan, yang sibuk dibuat-buat bisa saja ngomong gitu,,, 'bosan' kenapa bosan?? ya itu dia 'RUTIN'!!
yang patah hati, merasa seperti disakiti sudah jadi rutinitas hidupnya;
yang sibuk, merasa kesibukan nya selalu itu² saja, rutin, kapan bisa bebas, santai, nikmati hidup
yang tidak sibuk, merasa hidup ini hanya rutin bangun, bengong, bobok lagi..
yang sibuknya dibuat-buat, merasa kenapa sih hidup selalu rutin PALSU?
yaahh kira² begitulah, mgkn juga ada alasan² lain.. tapi yang pasti semua bosan dengan rutinitas.. Jadi bagaimana dengan mereka yang tidak bosan? yang menikmati rutinitas? yang menjalaninya seolah yang dijalani setiap hari adalah hal baru??
Ya kreatifitas.. menjalani semua yang rutin dengan semua cara baru, sepanjang itu tidak diluar dari 'prosedur' rutinitas hidup..
untuk satu hal ini jadi inget seorang teman..
menyulap rutinitas kerja (baca: meja kerja) menjadi suasana yang setiap hari di rindukan....
kreatif kan?
yah begitulah seharusnya, banyak rutinitas dalam hidup yang sudah tak mungkin dihindari.. sejak bangun pagi sampe kembali tidur, rutinitas seolah jadi pijakan yang harus dilalui.. rutinitas belajar, bekerja, berkomunikasi, dan banyak rutinitas lain..
Walaupun tak bisa dihindari, tapi ada kabar baik untuk semua pelaku rutinitas.. 'Selalu ada sejuta kemungkinan untuk berkreasi',, so.. tunggu apa lagi..
beri warna hidup dengan cara² yang menyenangkan.. warnai rutinitas dengan suasana yang selalu baru.. sulit memang tapi bisa, setidaknya bisa membuat saya selalu bangun dengan ide baru, apa yang harus baru hari ini?
karena saya tau rutinitas tak lagi membosankan..
Wednesday, January 25, 2012
Harga yang harus dibayar..
Hari ini 2 kali terjebak macet.. penyebabnya sama aja.. DEMONSTRASI ^____^
Pagi berangkat kerja sudah terjebak macet para pen-demo, Sorenya kirain sudah kelar demo-nya,, eh malah makin menjadi-jadi..
saking kesalnya saya lalu berpikir; perlukah demonstrasi? apa untungnya bagi orang-orang yang merasakan akibat 'negatif' nya (termasuk saya)? atau saya, dia dan semua yang mengeluhkan kemacetan ini; hanya sebagai "harga" yang dibayar demi kepentingan demonstrasi??...
Tokh akhirnya sampe rumah juga setelah di paksa berjemur akibat demo tadi, saya coba menanyakan sejarah dan asal usul demonstrasi sama si segala tahu (google), rupanya cuma sedikit informasi tentang asal mula demonstrasi.. yang paling memuaskan yang saya dapat hanyalah penjelasan tentang sistem pemerintahan DEMOKRASI yang memicu adanya DEMONSTRASI.
Secara garis besar, dalam sistem pemerintahan DEMOKRASI yang banyak biasanya tampil sebagai pemenang
Mungkin ini yang memicu orang untuk memilih demonstrasi sebagai sarana menyampaikan pendapat yang urgen (tentu urgent dalam pandangan para demonstran)
Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI) membenanarkan ini, arti kata DEMONSTRASI dalam KBBI adalah Suatu upaya menyampaikan pendapat secara masal..
Saya cuma bisa termenung, mau bagaimana lagi; Indonesia negara Demokrasi, tentu saja demonstrasi jadi santapan empuk setiap orang, kelompok, golongan untuk menyampaikan pendapat. dan kita tidak bisa menghindarinya, malah mungkin kita pernah memilih ber-demonstrasi.. huff, jadi ingat waktu kuliah dulu, diajak demonstrasi.. semangat perjuangan tiba² muncul, kadang mengusung misi yang sangat penting, kadang juga tidak tau apa² tentang esensi demo, tapi ikut ramai saja..
Jeleknya lagi, seringkali demonstrasi bukan lagi jadi sarana menyampaikan pendapat secara masal. tapi malah jadi kuda tunggangan oknum tertentu demi tujuan politis lah, atau tujuan² licik yang tidak ada kaitan nya dengan niat para pen-demo.. yah itu lah Demonstrasi..
Semoga esok saya tidak bertemu rombongan demonstran lagi,, capek kalo mesti jadi "harga" lagi...
Thursday, January 12, 2012
Cukup 12 hari
Semua bulan selalu spesial. tapi Januari selalu terasa spesial bagi saya, mungkin karena januari selalu menjadi bulan pertama setiap tahun?!?, atau mungkin karena 'Januari'nya Glen Fredly (apa hubungan nya ya??)tapi yang pasti Januari selalu saya rasakan spesial..
Di Januari orang mulai merancang bagaimana mesti menjalani hari-hari panjang satu tahun kedepan, bahkan lebih maju lagi orang mulai berhati-hati melangkah untuk mewujudkan program-program jangka panjang 1 tahun.. sangat hati-hati sekali langkah awal tahun soalnya kata 'orang-orang pintar', awal yang baik menyelesaikan setengah perjalanan..
Hari ini sudah 12 hari saya lewati di bulan januari.. tapi sayang seribu sayang (pernah dengar dimana kata-kata itu ya??).. ya, sayang seribu sayang, bayang kelam dan eforia masa lalu seolah masih menutupi wajah saya untuk menapaki Januari dengan lebih tegap lagi.. Saya ingat waktu malam taon baru, saya nemu tulisan tentang ''Bulan Januari''' ;
Konon, katanya nama bulan Januari ini diambil dari nama salah satu dewa Yunani, namanya dewa JANUS, si Janus ini punya dua wajah.. satu kedepan, satunya lagi kebelakang. ini melambangkan tatapan masa lalu dan pandangan masa depan. belakangan, akibat ramalan-ramalan garis tangan dan zodiak, orang mulai membanding-bandingkan karakter Janus yang 'depan belakang' dengan orang yang lahir di bulan Januari.. Tidak tetap perdirian lah, suka main belakang lah, labil lah.. hufff.. Memangnya yang lahir itu si Janus???
Intinya itulah januari ku, masih ada tatapan yang sering kali terarah ke masa lalu..
Tapi semua cukup sampai hari ini.. cukuplah 12 hari untuk 'meratapi' masa kelam dan menyoraki 'eforia' 2011.
Saya sempat bertanya, kenapa mesti 12? kenapa bukan 19? seolah ada yang membisikan ke telinga saya.. 12 bulan di 2011 cukuplah di filter selama 12 hari, eh, ada lagi yang membisikan.. karena ini taon 2012.
12 hari cukup untuk melanjutkan rutinitas masa lalu. esok mesti baru>
Eh, konon katanya wajah kembar dewa Janus ternyata bisa dibedakan mana yang menatap kedepan dan mana yang menatap kebelakang; yang menghadap kedepan selalu terlihat Optimis dan selalu senyum.. sedangkan yang menatap kebelakang selalu terlihat muram dan sedih..
SO, KEEP ON SMILE!!